Message

Terjemahan

Terjemahan
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
~ ~ Berbagi Asa Cinta Sesama ~ ~ ~ Berbagi Asa Cinta Sesama ~ ~

Tuesday 21 May 2013

Apa Bedanya VA dengan Watt

Sebagian dari kita berpikir VA sama dengan watt tetapi pada faktanya VA beda dengan watt
VA = Volt Ampere adalah daya yang tersedia.
Watt = adalah daya yang digunakan.

Contoh: Daya yg disediakan PLN di rumah anda adalah 450 VA, tentunya anda tidak memakai semuakan, misalnya anda menggunakan alat strika 100 watt (bukan 100 VA).


Watt itu daya. sedangkan VA itu Volt Ampere.

Volt adalah beda potensial listrik. sedangkan watt adalah berapa besar daya yang dipakai untuk menyalakan alat2 yang bersifat eletronik.

VA dan Watt adalah satuan daya dan yang membedakannya adalah :
VA=VOLT X AMPERE
WATT=VOLT X AMPERE X COSQ
Jadi VA adalah daya semu, sedang WATT adalah daya nyata




Perbedaan watt dan VA



Sebenarnya pembahasan mengenai perbedaan antara VA (Volt Ampere) dan Watt telah banyak dibahas di beberapa site dan di forum juga.
semoga penjelasan kembali dari blog ini dapat membantu dan mudah dipahami.
dimulai dengan VA (Volt Ampere), kalau ngitung berdasarkan hukum Ohm.
V = I.R (tegangan = arus x resistansi)
P=V.I (daya = tegangan x arus)
P=I^2.R (daya = Arus kuadrat x Resistansi)
nah, udah ketemu daya. daya disini satuannya bisa VA (Volt Ampere) atau watt.
disini lah muncul pertanyaan, apa bedanya VA dan watt.
(menurut saya, setelah membaca beberapa artikel)
Watt adalah daya yang dibutuhkan oleh beban.
VA bisa dikatakan daya yang disupply oleh sumber daya.
jika kita teliti dengan peralatan elektronik, khususnya UPS. pada UPS biasanya tertera 750VA. bagi orang awam ,tentunya VA disamakan saja dengan Watt, yang berarti UPS ini mampu mensupply daya 750VA atau 750 Watt, tapi nyatanya tidak seperti itu.

VA adalah daya semu
Watt adalah daya semu di kali faktor daya. faktor daya itu kurang dari satu (<= 1) coba, di cek pada UPS, apakah tertera berapa power factor atau faktor dayanya. jika tertera, maka beruntunglah, anda tinggal konversi VA ke Watt, dengan cara Watt = VA x Power Factor. sebagai contoh, anggaplah UPS 750VA memiliki power factor 80% maka Watt = 750 x 80% = 600watt. jadi UPS ini hanya mampu mensupply beban 600watt. jangan sampai UPS ini digunakan untuk beban 750 watt, karena UPS nya tidak akan mampu supply daya. kunci utama untuk mengetahui konversi VA ke Watt atau sebaliknya adalah power factor. power factor untuk beban resistif seperti lampu (dengan filamen), setrika, kompor listrik memiliki faktor daya = 1. power factor untuk beban kapasitif dan induktif < 1, tergantung besarnya kapasitansi atau induktansinya. contoh beban kapasitif dan induktif adalah komputer, motor listrik.

No comments:

Post a Comment